Thursday, 18 July 2013

Indonesia, Please Welcome... Liverpool FC!


Finally... Liverpool FC is in Jakarta, Indonesia. For real. This is beyond awesomeness. I've been waiting for this moment since 15 yrs ago and it's happening NOW! LIVERPOOL FC THE MIGHTY RED MEN ARE IN TOWN, MOTHER FATHER BROTHER AND SISTER!

They got a special plane customised by Garuda Indonesia, which I personally think it's so cool. The family crest is painted along with YNWA. Jeez, thanks Garuda for the special Livery!





 The Garuda Livery landed on Halim Perdanakusuma Airport, Jakarta at 1-ish pm. Sea of Reds. That was the view of Halim Perdanakusuma that afternoon. More than a thousand Indonesian Reds gathered to greet their heroes. TRES MAGNIFIQUE!


It was also reported that they caused traffic jam around Halim LOL. Good job, Lads! Pity I couldn't be with them at that moment. Office life ffs. :(

 Chants, scarfs, jerseys, banners, hats, you name it... all in red. Even though it's Ramadhan and most of them were fasting, no biggy. The louder, the better. After all, we're the loudest supporters in the world. That explained a lot about yesterday. :)
I myself haven't got the chance to see them in person but I will do it SOON. My mission is to take a picture with the beloved Martin Ronald Kelly. I do hope he's ok with it and I really need the whole universe to help me! Mother Gaia, I need you! So yeah, here are some pics yesterday. Hope I could post my own here soon. A picture of me and Martin Kelly. *FINGERSCROSSED*





Wednesday, 10 July 2013

Ramadhan Kareem

Hello...

I'd like to say Ramadhan Kareem to all Muslims. May this Ramadhan brings all the goodness and embraces us with bless. Amin.

This is my first time fasting waaaaaaaaay from home. Well, there's a first time for everything, right? So, this is gonna be different and challenging as well. To be honest, I kinda miss home. But hey... that's life.

Hope y'all have a great Ramadhan and see you on Eid. :)

Friday, 5 July 2013

First World Problem: One OK Rock or Metallica?

Here comes July, bulan yang penuh dengan pengeluaran. BOROS should be its name instead of July. Well thanks to LAMC Production for bringing both One OK Rock AND Metallica to Jakarta on November and August THIS year.

Phewww...
20 yrs wait is over, said Metallica. On the other hand, One OK Rock is one cool j-rock band. Beda sama Laruku sih, tapi mendatangkan band Jepang ke Indonesia itu rada susah. Nggak tau deh kenapa. I personally think that Laruku's first concert last year was probably their last one, too. 

Well, thanks to my Aunty for introducing me to James' voice when I was a little girl. My music taste is pretty eclectic since then. Ah... coba ya memilih itu nggak sulit. One OK Rock concert will be held at Skeeno, Gandaria City on November 24th, while Metallica's will be rockin' the Gelora Bung Karno Stadium on August 25th. oh, Man... THIS IS GONNA BE HUUUGE!

Say... Taka?


or James?

Berondong?

atau Om-om?

Gaaahhh... decisions, decisions.

Until then, I'm gonna play their songs today. Just for some enlightment, you know, one over another. Peace out \mXm/ 

Wednesday, 26 June 2013

Welcoming The New Boys to The Shrine

It's been a while since my last post about football thingy. This time I want to congratulate some new signings.

Youngsters, I may say, as their ages are particularly young. I begin to think that LFC is the new Arsenal, no? 

The first one, Kolo Toure. Came to LFC with free transfer from Manchester City after his contract expired on June 30, 2013. A replacement for Jamie Carragher? We'll see...

The second signing, Luis Alberto Romero. He's only 20 and brought from Sevilla for 6.8 mio pounds. I was thinking that THIS Luis might replace THAT Luis but I quickly put myself in a grip... in a big big hope it's not gonna happen. Amen.

I don't understand about this double home kit in one photo. I just don't understand.
But I have my favorite here, Luis with Indonesian flag. So, I'll see you later Luis. :)

Next is Iago Aspas Juncal. A 25 y.o striker from Celta Vigo and worth 7 mio pounds. This bad boy-like player is probably gonna threat the opponent team as I myself can see it through his facial expression. Haha. Sorry, Iago.
My club already got one bad boy and added this bad boy-like so practically there will be double Luis in the front line. Interesting. Hope they can get along very quick, well at least they share the same mother tongue.

The third signing, is a goalkeeper. As Gulacsi moved, only two goalies left. Meet Simon Mignolet, a 24 y.o Belgian goalie. Previously played for Sunderland. He's worth 11 mio pounds (more or less). He was pretty fine with The Black Cats, several clean sheets. I do really think that LFC need a young goalie and when they got him, well, pleasant.
I'm not a pundit or sth like that so I'm not gonna act like miss know-it-all, just like the title up there, I only greet these newcomers. Welcome to the home of football, the Shrine, Anfield.


YNWA.

Wednesday, 5 June 2013

Anak-anak, Ibu Rindu...

Tiba-tiba saja aku teringat celoteh Yco David,

"Ibu, look! Look, Ibu! I can do this alone. I'm so awesome!"

Anak itu... fisiknya kecil, kulit cokelatnya membedakan ia dengan saudara-saudara yang separuh Belanda, tapi kecerdasannya cukup besar untuk mengalahkan mereka. 


Kakaknya, Aaron, tampan dan fisiknya besar. Jago olahraga dan matematika namun lemah dalam bahasa. Si kecil Jesse, 4 tahun, menganggapku teman mainnya dan selalu memanggilku "Kamu," bukan "Ibu" seperti kedua kakaknya. Ah... iya. Tara. Bagaimana mungkin aku lupa si bayi mungil bermata bulat itu. Entah apa yang membuatnya selalu bergelayut manja saat aku tiba. "Anyiiiiiiih!" sekuat tenaga ia memanggil namaku dan berlari... hap! Aku menangkapmu, Tara! :)

Keluarga David menjadi bagian dari hari-hariku sejak 2 tahun lalu. Aku adalah guru home schooling bagi putra putri Meneer Raymond dan Ibu Endang. 4 anak sekaligus. Kekacauan kerap kali terjadi di rumah besar bernuansa eklektik itu. Aaron ingin didahulukan. Yco tak mau dinomorduakan. Jesse capek ketika membuka buku PR. Dan Tara... Tara ingin ikut semua pelajaran yang kakak-kakaknya ikuti. Chaos. :)

Keadaan 180° di rumah keluarga Revuelta. Lily Dhevi Revuelta, si cantik muridku yang lain. Putri kesayangan Monsieur Hugues Revuelta dan Ibu Sita. Lily tak punya saudara perempuan. Setiap aku datang, ia senang sekali. Selalu ingin cepat menyelesaikan pelajaran karena hendak menghabiskan waktu yang tersisa dengan menonton DVD bersamaku.

"I wish you could stay longer every time you come here..." ujarnya setengah memohon.


Anak-anak. Makhluk-makhluk kecil itu telah menjadi ciptaan Tuhan favoritku selama bertahun-tahun.
Perjalananku memberikan bantuan ke desa-desa pasca gempa Yogyakarta beberapa tahun yang lalu tak akan kulupakan begitu saja. Itulah awal dimana aku menemukan passionku, alter-egoku. Aku, seorang guru.
Masih kuingat betapa sulitnya menahan cucuran air mata saat pertama bertemu anak-anak yang mencari buku-buku pelajaran mereka diantara reruntuhan tembok rumah. Hal yang dapat membahayakan jiwa mereka.
"Belum ngerjakan PR, nanti Bu Guru marah."
"Kertas ulangan saya yang dapat nilai 10 ada di dalam rumah!"
"Buku tulis saya masih baru... itu hadiah dari Bapak."
Sungguh, besar sekali keinginan mereka untuk kembali bersekolah. Mengabaikan keselamatan demi mendapatkan kembali 'harta' mereka. Saat itu juga aku kembali ke mobil. Aku masuk, mengunci pintu dan menangis. Aku tak ingin terlihat sedih di depan mereka yang jagoan itu. "Tenang, Rani, tenang... pikirkan bagaimana cara membantu mereka..."
Kuseka air mataku kemudian berlari menghampiri mereka.

"Kalian mau belajar lagi?" tanyaku kepada salah satu dari mereka

"Ya mau, Mbak. Tapi kan sekolah ambruk."

"Tapi kalian mau kan belajar lagi? Dua hari lagi Mbak datang ya, kita belajar!" ucapku ke mereka.

"Belajar di kemah (tenda) ya gak apa-apa kok Mbak! Tapi gak punya pensil..."

"Nanti Mbak bawakan. Buku tulis, pensil, penghapus, penggaris, apa lagi?"

"Jajan, Mbaaak!" celoteh mereka serempak.

Sinau. Sejak saat itu Sinau menjadi sekolah berjalan mereka. Aku dan kedua teman yang kuajak bersama-sama mengajar anak-anak bersemangat itu. Satu dusun, dua dusun, tiga, begitu seterusnya. Hingga saat aku mengambil Kuliah Kerja Nyata, aku pun memilih seksi pendidikan dasar. Seperti cawan kosong, aku merasa penuh setelahnya. Aku menyukai hal ini. Anak-anak, mengajar, ini menyenangkan!

Aku masih merasa, mengajar, menjadi seorang guru adalah alter-egoku yang terbaik. Selepas memperoleh gelar Sarjana Sastra, aku menjadi guru di sebuah sekolah berkurikulum internasional di luar kota Yogyakarta. Petualangan baru yang tak kalah menyenangkan.

Wajahku yang tergolong antagonis menurut orang kebanyakan, ternyata tidak demikian dengan anak-anak di kelas Austria. Mereka dengan cepat akrab denganku. Aku sendiri heran. Kok bisa ya? :D

Aku rindu anak-anakku...

Aku rindu suara tawa dan tangis mereka.

Aku rindu tangan-tangan kecil yang berusaha menggapaiku hanya untuk sekedar meminta pelukan.
Aku rindu mulut mungil mereka memanggilku, "Ibu..." sebuah panggilan yang mulia.
Aku rindu perasaan dibuat kesal dan geram karena mereka merajuk.

Anak-anak, Ibu rindu...
:'(

Wednesday, 8 May 2013

Football 101 for Girls



Apakah kamu termasuk salah satu diantara sekian ratus juta penduduk di dunia yang menggemari olahraga sepakbola?

Apakah kamu perempuan?

Jika jawabnya YA, lalu...

Apa yang menjadi alasan utama kamu dalam menggemari olahraga sepakbola?

Klub? Pemain? Keluarga? Pasangan?

Apapun alasan dibalik kegemaranmu terhadap olahraga sepakbola, kita sama. Perempuan yang menggemari sepakbola. Lalu, mengapa saya menanyakan hal tersebut di awal postingan ini? Sekedar ingin tahu saja, sih, kira-kira apa yang menjadi alasan kebanyakan dari kita kaum perempuan dalam menggemari sepakbola?

More and more of us, girls, nowadays are getting attached to this masculine sport. Sadly, most guys (most, not all of them) think that what we do is just another type of fangirling. You know, THOSE GOOD LOOKING PLAYERS! OMG! OMG! :|

I'm not really into this saying, "love at the first sight," but it happened when I first saw my beloved football club, Liverpool played back then. Still remember how Michael Owen mesmerized me with his gorgeous look AND beautiful skills.

Okay, sekarang kita mulai menempatkan posisi sebagai penggemar sepakbola dan menanggalkan apa yang diberikan society kepada kita, gender. Me, personally belajar apa itu alien bernama sepakbola pertama kali dari guru olahraga waktu SD. Basic sekali, ya karena teori mengenai olahraga diujikan dan harus belajar, dong! Kemudian saat mengenal klub Merah yang ASDSKJDFKJSHDF ini, semakin memperbesar rasa keingintahuan saya mengenai olahraga sepakbola. Sejarah klub dan prestasinya ya sudah pasti masuk daftar belajar, akan menjadi nggak lucu kalau sekedar jadi penonton aja tanpa tahu kenapa si Wasit tiba-tiba meniup peluit lalu mengeluarkan kartu dari dalam sakunya.

Tanpa bermaksud menggurui, I'd like to share some essential points about this sport. Paling tidak sejauh inilah yang saya ketahui dan paling sering nongol aja. Maafkeun sebelumnya kalau ada yang kurang, tapi paling tidak bisa menjadi manual kita dalam memahami sepakbola. Most importantly, nggak dianggap sekedar fangirling lagi sama cowok-cowok, hehehe.

Istilah-istilah dalam pertandingan sepakbola in alphabetical order:


1. Added Time
aaaaartinya perpanjangan waktu. Dikenal juga dengan istilah injury time. Waktu spesial ini ada di ujung babak, berkisar dari 1-4 menit, tergantung juga sih berapa lama (kalau Ferguson ya bisa lebih dari 4 bahkan 2 kali lipatnya). Kok bisa sih ada waktu tambahan? Jika dalam tiap babak pertandingan terjadi hal yang dapat menghentikan jalannya pertandingan (seperti insiden antar pemain atau interupsi lainnya), akan ada waktu yang ditambahkan oleh wasit di akhir babak. Begitu...

2. Adu penalti
Adu penalti adalah tendangan penalti yang dilakukan setelah pertandingan berakhir imbang dan telah melalui babak extra time, biasanya dilakukan oleh 5 orang penendang dari masing-masing tim. Ingat final UCL 2005 di Istanbul? Itu dia adu penalti yang mungkin nggak akan bisa dilupakan oleh kita-kita pendukung Liverpool. :)

3. Assist
Masih ingat kemenangan setengah lusin LFC vs Newcastle United kemarin? Saat Philippe Coutinho menggiring bola dari lapangan tengah ke lini depan, melewati beberapa pemain lawan lalu bola tersebut diteruskan ke Daniel Sturridge dan berbuah gol? Nah, secara singkat begitulah yang dinamakan assist alias umpan matang yang menghasilkan gol. Untuk lebih jelasnya, berikut video mengenai assist Coutinho...


4. Attacking Midfielder
Attacking midfielder adalah salah satu dari tiga midfielder. Posisinya berada di depan midfielder yang lain agar dapat memberikan assist, namun nggak menutup kemungkinan untuk mencetak gol juga. Tipe midfielder satu ini besar pengaruhnya dalam tim dan membutuhkan kemampuan menggiring, mengumpan dan menendang bola dengan baik.

5. Away
Pada saat klub yang kita dukung bertandang ke stadion lawan, itulah yang dinamakan pertandingan away. Biasanya sih, pertandingan seperti ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih daripada bertanding di kandang. Faktor pemain ke-12 atau suporter adalah salah satunya.

6. Back Heel
Pernah melihat pemain menendang bola menggunakan tumitnya untuk mengelabui lawan? Nah, itu yang namanya back heel.

7. Back Pass
Back pass artinya pemain mengoper bola ke belakang (kiper) untuk mengamankan pertahanan. Biasanya nih, Pepe Reina suka bikin ketar-ketir karena santai kayak di pantai kalau dikasih model begini... :|

8. Ball Possession
Ini istilah untuk penguasaan bola, biasanya diukur menggunakan persentase. Penguasaan bola itu apa ya? yang termasuk dalam penguasaan bola disini adalah berapa lama waktu bola jatuh ke kaki total seluruh pemain dalam tim. Kalau pas siaran langsung, ball possession ini nongol di sudut atas layar televisi. Klub kita tercinta ini sering banget tinggi ball possessionnya tapi nggak jadi-jadi juga golnya.......................................... *geleng geleng*

9. Banana Kick
Banana kick adalah tendangan ke udara yang melengkung seperti pisang. Biasanya dilakukan saat corner kick atau sepak pojok.

10. Bench
aaaaaadalah bangku cadangan. Tempat duduk pemain-pemain ganteng yang nantinya akan menggantikan rekannya apabila diperlukan.

11. Bicycle Kick
Tendangan model begini agak-agak sulit dijabarkan dengan kata-kata. Secara teoritis, bicycle kick adalah tendangan akrobatik (mirip salto) ke gawang lawan untuk menyambut umpan silang dengan cara melompat membelakangi gawang sambil menendang bola. Pusing? Mendingan lihat videonya aja ya... ini kiper kita, Pepe Reina lagi latihan eeeh dia berbicycle kick.


12. Blunder
Kalau pernah melihat Pepe Reina gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga mengakibatkan gawangnya kebobolan, kesalahan kiper inilah yang disebut blunder. Endingnya sedih yang tak berkesudahan............ (kecuali kalau bisa membalik keadaan -___-)

13. Booking
Istilah untuk pemain yang dikenai kartu kuning oleh wasit.

14. Box
Dikenal juga dengan kotak penalti, itu loooh... kotak yang ada di depan gawang.

15. Box-to-box Midfielder
Siapa yang nggak tahu Lucas Leiva??? Suami dari Ariana dan bapak dari Pedro (masih nggak tahu juga artinya kebangetan nih). Ini dia contoh box-to-box midfielder. Sering lihat Lucas bergerak kesana kemari dari tengah-depan-tengah-belakang dengan lincahnya? Pemain dengan tipe ini nggak gampang lho... butuh seseorang berstamina tinggi, gerakan passing yang dinamis, kemampuan tackling handal dan finishing oke.

16. Center Back
Alias pemain bertahan tengah. Jamie Carragher, Daniel Agger, Martin Skrtel, Sebastian Coates adalah contohnya. Tugasnya tentu saja menjaga pertahanan di area tengah. Caranya antara lain melalui tackling dan heading bola saat berada di zona berbahaya. Pemain ini boleh melakukan zonal marking ('menjaga' seorang pemain lawan dalam area tertentu) dan man marking ('menjaga' pemain lawan yang dianggap berbahaya).

17. Clean Sheet
aaaaadalah hal yang paling membahagiakan bagi para penjaga gawang, tapi nggak begitu membahagiakan juga kalau hasilnya seperti derby Merseyside 5 Mei 2013 kemarin :(
Dikatakan clean sheet apabila tidak ada bola yang bersarang di gawang, dengan kata lain tim berhasil menjaga pertahanan dengan baik.

18. Corner Kick
Dikenal juga dengan tendangan penjuru. Corner kick didapatkan ketika pemain lawan dengan sengaja atau tidak, membuang bola ke garis pertahanannya sehingga mendapatkan tendangan dari pojok (corner)... kemudian kita berharap terjadi gol... *berdoa*

19. Counterattack
Pernah melihat tim yang sepanjang pertandingan bertahaaan terus apapun yang terjadi? Tak peduli betapa dahsyatnya serangan dari pihak lawan, bertubi-tubi dari segala sisi... (oke ini lebay zzz). Dalam sepakbola, ada istilah yang namanya counter attack atau bisa juga diartikan sebagai serangan balik. Counter Attack tersebut selalu dilakukan oleh tim yang menerapkan strategi atau gaya bermain bertahan.
Biasanya tim yang menerapkan strategi tersebut adalah tim yang menganggap lawannya jauh lebih kuat sehingga mereka lebih memilih untuk bertahan dan mengandalkan serangan balik. Caranya simpel saja, begitu lawan asyik menyerang (kan pemainnya pada maju ke depan tuh), colongan deh pas mereka sibuk sendiri... Tanpa mengecilkan klub manapun, tapi biasanya klub-klub yang 'biasa' aja justru sering membuat klub-klub papan atas kerepotan dengan strategi ini.

20. Cross
Teknik ini salah satu kesukaan saya, melihat pemain memberikan umpan silang kepada teman setim untuk mencetak gol ke gawang lawan adalah pemandangan yang keren. Hahaha... nggak tahu kenapa sih, suka aja. :D

21. Crossbar
aaaaadalah mistar gawang yang posisinya horisontal dengan panjang 24 kaki. Paling pahit kalau bola yang ditendang kena crossbar... dan Liverpool pernah punya rekor buruk dengan crossbar musim lalu. *sigh*

22. Defender 
Defender adalah pemain bertahan alias bek, itu loh yang posisinya di depan kiper. Badan tinggi dan besar, berotot lagipula gahar... tipikal pemain seperti ini nih yang kita lihat dari defender. Biasanya ada 3, 4, atau 5 defender di depan kiper tergantung formasi apa yang dipakai.

Defender ada bermacam-macam:
- Center Back (lihat no. 16),

- Left/Right Wing Back
gampang saja, area kiri atau kanan, lebih bebas karena pakai sayap. Apa sih!? -___- dan mereka juga marking winger lawan sesuai areanya.

- Libero/Sweeper
Bek ini lebih multifungsi daripada Center Back; bisa berada di kanan, kiri, atau tengah sehingga diharapkan jadi motor serangan balik. Kemampuan menguasai dan mengumpan bola harus oke nih. Biasanya posisi doi lebih maju daripada bek lain, jadi bebas mendistribusikan bola dan memotong umpan lawan. Sekarang nggak banyak pemain jenis ini.

- Full Back.
Tugasnya dalam pertahanan cukup luas, yang utama adalah mencegah lawan melancarkan crossing ke area penalti. Full back bertanggung jawab dalam menahan pemain sayap lawan, terus dia juga harus punya disiplin tinggi supaya mencegah teman-teman beknya keluar dari garis pertahanan. Bek yang begini paling rajin teriak-teriak... "Woy, di situ aja jangan kemana-mana! Iya! Situ! Agak maju dikit!" -___-
Tahu kan kalau defender LFC itu keren-keren? Tahu kan saya mau membicarakan siapa? ya MARTIN KELLY laaah... hahahaha. Kalau kesayangan saya itu biasa berada di kanan namun bisa juga di tengah. Udah ganteng, serba bisa... aduh... (mulai lebay)

23. Deflection
Bola ditendang kemudian mengenai bagian tubuh pemain, nah pantulan bola ini disebut defelection. Entah kemana arah si bola akan menuju... hanya dia dan Tuhan yang tahu. Kalau gol, alhamdulillah, kalau own goal, innalillahi... -___-

24. Derby
Bukan Romero. Ini adalah pertandingan antara 2 klub yang secara geografis berada dalam 1 wilayah. Merseyside Derby pasti tahu kaaan?

25. Disallowed Goal
Alias gol yang dianulir atau dianggap tidak sah oleh wasit. Loh kenapa kok bisa begitu? bisa jadi karena ada foul atau saat prosesnya termasuk offside (INI JEBAKAN! INI JE-BA-KAN!!! -___-).

26. Dive(-ing)
Hmmm... kalau mau menjelaskan hal yang 1 ini kok tiba-tiba hati merasa lebih sensitif ya? Oke, yang dimaksud dengan dive(-ing) ini bukan menyelam di rumput lapangan, namun seorang pemain yang sengaja menjatuhkan diri, seolah-olah dilanggar oleh pemain lawan, dengan harapan akan mendapat pelanggaran berupa seperti tendangan bebas atau penalti.

27. Dribble
Dribble adalah teknik menggiring bola.

28. Dummy (run)
Kena deh! ini adalah tipuan. Biasanya pemain berlari dengan maksud memancing lawan keluar dari daerah pertahanannya agar membuka ruang bagi rekan setim untuk menyerang.
29. Extra Time
Apabila skor akhir full time adalah draw alias seri, maka extra time akan diberikan oleh wasit. Sebanyak 15 menit pertama akan diberikan, kalau masih belum ada yang unggul juga, dimainkan 15 menit yang ke-2. Masih belum juga??? ya sudah, adu penalti.

30. Forward
aka Striker aka Attacker. Luis Suarez, Daniel Sturridge, Fabio Borini, Andy Carroll.

31. Four Five One (4-5-1)
Formasi tim yang terdiri dari 4 bek, 5 midfielder, dan 1 striker

32. Four Three Three (4-3-3)
Formasi tim yang terdiri dari 4 bek, 3 midfielder, dan 3 striker.

33. Four Four Two (4-4-2)
Formasi tim yang terdiri dari 4 bek, 4 midfielder, dan 2 striker.

34. Four Two Three One (4-2-3-1)
Formasi tim yang terdiri dari 4 bek, 2 defensive midfielder, 3 midfielder, 1 striker.

35. Free Kick
Artinya tendangan bebas, dilakukan ketika terjadi pelanggaran tapi bukan pelanggaran khusus seperti penalti.

36. Goal Posts
Tiang gawang vertikal yang menopang crossbar. Ini juga amit-amit kalau gagal gol gara-gara kena goal posts.

37. Half-Time
Ngaso tiiime... 15 menit sebelum 45 menit ke-2.

38. Half-Volley
Menendang bola (goal shot) setelah si bola memantul terlebih ke rumput terlebih dulu.

39. Hand Ball
Bisa diterjemahkan sebagai sentuhan bola terhadap tangan, sebenarnya hand ball tidak hanya melibatkan tangan dan pergelangannya, tapi sampai dengan batas lengan atas. Kadang dianggap pelanggaran, kadang tidak disebut pelanggaran jika tangan yang dikenai bola tidak dalam posisi aktif.

40. Hat-trick
aaaaadalah 3 gol yang diciptakan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan.

41. Header
Ada bola di udara nih, terus disundul oleh kepala pemain. Ini dia header.

42. Kickoff
Permulaan pertandingan dimana bola mulai ditendang dari titik tengah lapangan. Kalau sudah terjadi goal, mulai lagi dari titik tengah ini juga.

43. Linesman
Asisten wasit ini berjumlah 2 orang. Tugasnya membantu wasit dalam melihat posisi bola dan pemain. Menentukan offside, throw in, dan membantu wasit dalam mengambil keputusan. Senjatanya adalah bendera kecil.

44. Midfielder
Nama Indonesianya gelandang. Aslinya sih beroperasi di lapangan tengah, tapi bisa dibilang kerjanya serabutan. Kok? Iya, karena pemain ini harus bisa dan siap menggantikan posisi striker apabila diperlukan. Kalau pernah lihat Kapten kita sibuk hilir mudik kesana kemari sampai kadang mencetak gol, yah... begitulah job description dari gelandang. Seperti Bek, Gelandang juga ada bermacam-macam:

- Defensive Midfielder
Gelandang bertahan. Posisi doi unik soalnya ada di antara garis tengah dan belakang, tugas dia menyeimbangkan keduanya. Kalau pertahanan mulai diserang, dia yang menahan bola sebelum bola sampai ke bek dan sekaligus merusak skema serangan lawan. Kadang-kadang bisa juga menjadi playmaker dadakan. Playmaker ni apa lagi sih? -___- playmaker itu bisa dibilang pengatur serangan.

- Central Midfielder
Gelandang tengah, bisa 2 sampai 3 orang tergantung formasi yang dipakai. Pemain ini bisa juga disulap jadi box-to-box midfielder (lihat no. 15)
- Winger
Gelandang ini menyisir sisi kanan/kiri lapangan. Doi bertugas memberi umpang silang ke striker, tapi nggak menutup kemungkinan juga membuat gol karena doi bebas bergerak karena pakai sayap (zzzzzzzzzz banget).

- Attacking Midfielder
Gelandang serang posisinya ada di garis tengah dan depan. Tugas utamanya menyuplai bola ke striker, kadang-kadang kalau posisi dia memungkinkan bisa juga langsung mencetak gol karena disulap jadi trequartista (opo iki???) atau pemain yang bermain di 3/4 bagian lapangan di sisi penyerangan. Jadi dia posisinya lebih maju ke depan.

45. Nutmeg
aaaaadalah operan bola yang melewati kedua belah kaki dari lawan. Luis Suarez jago banget nih yang beginian.

46. Offside
Dikit-dikit kok offside, dikit-dikit kok offside. Offside kok dikit-dikit? Sebenernya apa sih offside itu? Banyak orang yang belum memahami konsep dari offside. Biasanya orang menganggap bahwa pemain yang mendahului pemain lawan semuanya dianggap offside, tapi offside nggak sesederhana itu. Peraturan offside dibuat sedemikian rupa sehingga (in sha Allah) tidak ada yang dirugikan. Offside mulai dihitung ketika pengumpan (ingat ya, pengumpan) menyentuh bola untuk terakhir kalinya, disitulah ditetapkan apakah penyerang lebih mendahului penyerang lawan atau tidak. Kalau masih sejajar atau lebih di belakang maka tidak dianggap sebagai offside. Jadi offside tidak dihitung ketika penyerang mendapatkan bola tapi ketika pengumpan menyentuh bola untuk terakhir kali. Begitu kira-kira...

47. Overlap (run)
Terjadi ketika seorang pemain (biasanya bek sayap) keluar dari daerah pertahanan dan menggiring bola hingga mendekati ujung pertahanan lawan. Pemain berani mati. Hahahaha.

48. Own Goal
GOL BUNUH DIRI. Sekian.

49. Pass (-ing)
Mengoper bola... tentu saja ke teman 1 tim ya -____-

50. Penalty
Tendangan yang dilakukan dari titik penalti di dalam box atau kotak penalti. Jaraknya 11 meter dari gawang. Tendangan ini terjadi karena ada pemain yang dilanggar di kotak penalti. Tahu kaaan klub Penalty FC??? Begitulah.

51. Red Card
Kartu merah, dipakai wasit untuk memberi tahu kepada pemain dan timnya, bahwa yang bersangkutan diusir keluar lapangan. Bisa jadi akumulasi kartu kuning (2x kartu kuning=1 kartu merah). Pemain itu tidak boleh digantikan pemain lainnya. Pemain penerima kartu merah dalam sebuah liga juga nggak boleh ikut pertandingan berikutnya.

52. Skipper
aaaaadalah sebutan lain untuk Kapten tim.

53. Sliding Tackle
Teknik mencuri bola dari pemain lawan dengan cara agak-agak memlesetkan diri ke rumput. Errr... begitulah.

54. Striker
Yaitu penyerang, berada di garis depan. Tugasnya apa? Tentu saja mencetak gol sebanyak-banyaknya dong. Eh tapi striker juga boleh kok membantu lini tengah atau pertahanan. Striker HARUS bisa lari cepaaaaaaat dan tendangan kedua kaki sama kencang dan sama akuratnya. Biasanya striker nggak perlu tinggi-tinggi banget. Ada juga second striker alias penyerang bayangan, tugasnya membantu striker utama lebih rumit karena biasanya posisi doi pas di belakang striker utama. Striker ke-2 ini harus menerima umpan dari belakang lalu diteruskan ke depan. Biasanya teknik para second striker ini kewren-kewren. Kalau ingat Dirk Kuyt... hmmm... kewren kan Meneer satu itu?

55. Throw In
aaaaadalah lemparan kedalam. Diberikan kepada pemain yang lawannya membuang bola ke samping lapangan. Teknik lemparan harus benar yaitu dengan kedua tangan diayunkan diatas kepala, terus pada saat melempar, kedua kaki tetap menapak ke tanah. Ingat ya, sekesal apapun tidak boleh melempar bola ke wajah pemain lawan. -___-

56. Yellow Card
Kartu kuning, diberikan oleh wasit sebagai peringatan kepada pemain dan timnya jika pemain yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

OKELAH KALAU BEGITU... kayaknya segitu aja yang saya tahu. Selebihnya tanya aja ke mas-mas yang suka jadi analis sepakbola... hahaha. Penting nggak penting jadinya penting juga sih kalau sudah terlanjur kecemplung dalam dunia maskulin ini. Paling tidak, nggak blah bloh kalau nonton pertandingan. Hehehe...


Akhir kata, YOU'LL NEVER WALK ALONE!

:D

Cap bibir merah,
Rani.
x

Thursday, 25 April 2013

THE DAY HAS COME (FINALLY!)

I DON'T KNOW HOW TO DESCRIBE THE WAY I FEEL RIGHT NOW BUT........ ADSASDHSJDBFAOSHDCAOSUDHPIASHFJSBDCIUQEFIQWJFOASCO LIVERPOOL FC IS GONNA COME TO INDONESIA!!!


Finally the BIG DAY that I told ya yesterday finally came. One of the wildest dreams I've ever had, probably every single LFC fan in Indonesia, too... the fact that LFC will come to Indonesia is the best thing ever!

I've been waiting for this moment for so long. Maybe you, too. Now that we're no longer wait, it's pleeeeeasing! I myself can't stop smiling at the office. :))))))

I was once very pessimistic about this but Bapak Liverpool FC Indonesia aka Mas Andhika Suksmana (@deekasuksmana) tried so hard to make it true. Thank you, Mas Dhika... your energy and effort are priceless. He did his best for the sake of Indonesian Reds. Salute.

I can't wait to meet my heroes. The most anticipated: MARTIN KELLY, FFS!

Ah, here's the video message from Captain Fantastic.

Hope he could come with the whole squad, too.





OH, HAPPY DAY! :)

Saturday, 15 December 2012

Terima Kasih Kopi Susu untuk Liverpool FC

Mungkin kalau malam itu saya nggak minum kopi, saya nggak akan tahu apa itu Liverpool FC.

Mungkin kalau malam itu saya nggak menyalakan TV, saya nggak akan tahu Liverpool FC itu sebuah klub sepakbola hebat. Mungkin kalau malam itu saya nggak menonton pertandingan Liverpool FC sampai selesai, saya nggak akan pernah jatuh cinta pada Michael Owen. Tapi... semua itu sudah terjadi dan saya tidak menyesalinya.

Untuk usia anak SD, minum kopi dalam rangka belajar sepertinya sangat aneh. Tapi bodo amat lah, materi yang harus saya pelajari untuk ulangan sangat banyak banget sekali. Saya pun mengkonsumsinya secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Papa. Papa termasuk ayah yang keras terhadap substance apapun yang dikonsumsi oleh anak-anaknya terutama perempuan. Saya ingat sekali waktu itu hanya kopi susu instan hangat seukuran gelas belimbing. Kopi susu yang hanya seukuran gelas belimbing itulah yang merubah garis jodoh saya (agak berlebihan memang, hehehe).

Anak perempuan berumur 9 hampir 10 tahun yang tidak bisa tidur gara-gara segelas kopi susu instan itu lalu mengambil remot TV dan menyalakan tombol ON. Oh, rupanya sedang ada pertandingan sepakbola. Memang sih waktu menunjukkan pukul 10 malam, sepertinya pertandingan sepakbola selalu tayang malam hari, begitu pikirnya. Tidak biasanya, mata tertuju pada layar dan mulut diam tidak berkomentar. Seperti tersihir dengan apa yang baru saja dilihat selama 5 menit.

Kata pertama yang saya ucapkan waktu itu hanya, "Waaah..." ketika melihat pemain muda, tampan, dengan gesitnya mencetak gol. Saya mendekatkan wajah ke layar TV -hal yang sangat dilarang oleh Papa, hahaha- untuk melihat nomor punggung dan namanya. Owen. Owen. Owen. Sampai pertandingan memasuki paruh waktu, saya hanya ingat 2 nama: Owen dan Liverpool. Begitu juga hingga pertandingan berakhir, hanya 2 nama tersebut yang saya ingat. Owen. Liverpool.

Esok paginya, seperti biasa saya berangkat ke sekolah naik sepeda federal kesayangan. Setelah parkir sepeda, saya masuk kelas untuk menaruh tas dan langsung keluar ke lapangan upacara untuk bergabung dengan teman-teman yang sedang bermain sepakbola. Teman laki-laki, sudah pasti. Mereka memang biasa bermain sepakbola dulu sebelum masuk kelas. Entah apa maksudnya masuk kelas dengan badan berkeringat lalu kipas-kipas pakai buku tulis. Mungkin itu alasannya kenapa buku-buku tulis mereka sampulnya cepat rusak dan kumal. Dasar.

Kira-kira 10 menit sebelum bel masuk kelas, mereka sudah selesai bermain dan duduk-duduk sambil kipas-kipas tentunya, menunggu Ibu Guru datang. 

Saya pun nyeletuk, "Man, semalam aku lihat bola. Klubnya keren banget. Apalagi pemainnya yang nomer 10..." 
Hilman, teman saya yang suka sepakbola lalu bertanya, "Nonton apa? Liga Inggris apa Italia?" sambil memastikan siapa nomor 10 yang saya maksud."
"Liga Inggris. Liverpool namanya. Nomer 10nya Owen."
Merasa kurang familiar dengan Liga Inggris, lalu Hilman agak setengah berteriak memanggil teman saya satu lagi, Andika. *ehem* Usut punya usut rupanya dia ngefans berat sama Alan Shearernya Newcastle United. Saya baru tahu karena memang sejak jadi murid baru di SD ini saya jarang ngobrol dengan dia, yang notabene adalah teman TK saya juga. Hahaha, puppy love issue (loh kok malah curhat?). Tiba-tiba Bu Wid masuk kelas dan saya nggak jadi ngobrol juga tuh sama dia. Hahahaha...

Pulang sekolah saya nggak langsung pulang, seperti biasa namanya juga anak SD, nongkrong dulu sama teman-teman sampai sekolah sepi. Saya nggak langsung ke parkiran sepeda tapi jalan dulu ke trotoar depan sekolah untuk mencari Owen. Di trotoar depan sekolah ada Bapak-bapak penjual aneka macam poster, kartu bergambar, stiker, dll. Pucuk dicinta ulam tiba, poster berwarna ukuran kertas manila (pasti tahu kan kertas manila yang kondyaaang di pelajaran prakarya? hahaha) dengan foto Owen sedang lari terletak di susunan paling atas. Setengah berlari saya menuju ke Bapak tersebut lalu 'mengamankannya' sambil melihat-lihat lagi apakah masih ada poster serupa. Saya dapat Owen dan tim Liverpool 1996/1997. Poster pertama saya. Sambil bayar, saya pesan ke si Bapak supaya 'mengamankan' aneka poster yang berbau Liverpool dan Owen buat saya. And we made a deal. :D

Sejak saat itu saya rajin nonton Liga Inggris. Karena saya tinggal di kota kecil dan akses informasi masih terbatas, untuk menambah pengetahuan saya tentang klub hebat ini saya mengandalkan koran olahraga yang saya beli seminggu sekali di tukang koran langganan. Lumayan juga kalau pas ada bonus poster. Saya gunting dan kumpulkan artikel-artikel jadi kliping (jaman SD punya kliping sudah keren banget tuh, apalagi dihias-hias. Hahaha.) Satu hal yang sampai sekarang bikin saya senyum-senyum bodoh sendiri kalau ingat, setiap pertandingan Liverpool yang tayang diatas jam 10 selalu saya tonton tanpa suara alias mengaktifkan fitur Mute di TV. Namanya juga anak SD, perempuan lagi, jam tidur maksimal itu ya jam 9 malam. Selebihnya... dilarang keras.

Selepas SD, saya pindah ke Jogja dan jarang sekali menemukan teman baik laki-laki dan perempuan yang menyukai sepakbola. Saya juga nggak mau sok maskulin dengan curcol kalau saya suka sepakbola. Ada seorang teman perempuan yang suka sepakbola, dia tomboy sekali, namanya Gustin. Gustin suka Juventus dan Filippo Inzaghi. Saya juga nyimak kok liga lain selain Liga Inggris. Saya juga tahu klub-klubnya, dan menyukai Pippo secara personal. Berhubung ngobrol dengan Gustin cuma nyambung kalau yang berbau Pippo aja, jadilah saya ngobrolin dia juga. Tapi tetap mendukung Liverpool FC. Btw, pacar pertama saya di SMP juga suka sepakbola dan Christina Aguilera. Hahahaha. Dia suka Shevchenko dan minta dipanggil Sheva oleh teman-temannya. Malah curhat lagi kan...

Lulus SMP ya lalu masuk SMA dong... di SMA saya nggak menemukan siapa-siapa yang suka sepakbola. Cuma sering lihat teman-teman dan beberapa senior yang lumayan akrab dengan saya main sepakbola aja, kalo ngobrol nggak pernah soal sepakbola. Jadilah saya suporter layar kaca sampai lulus SMA.

Lulus dari SMA saya masuk Universitas Sanata Dharma. Lagi-lagi nggak ketemu teman yang sealiran. Waktu itu yang lagi ngetren olahraga skateboard. Bisa dapet pacar juga gara-gara obrolan soal Reno Pratama. Zzzzzzzz lagi-lagi curhat nggak penting. Di masa awal kuliah ini saya nggak bersemangat juga sih sebenarnya karena efek kepergian Owen (nggak usah saya bahas aja ya, sakitnya masih terasa. Cieh. Dalem.) Owen pergi ternyata nggak bikin LFC beda kok. Malah setahun setelah kepergian dia jadi salah satu momen yang nggak bisa saya lupain. Mungkin buat Kopites sejagat raya juga yah... Final UCL 2005. Nah... pas final UCL di Istanbul itu saya ingat banget besok paginya ada final test. Saya nggak belajar sama sekali. Bodo amat ah kalau nilainya jelek bisa diulang, final UCL mana bisa diulang??? Jadilah malam itu saya singkirin semua text book yang berhubungan dengan final test. Doa yang saya panjatkan juga bukan kelancaran final test melainkan kemenangan LFC. Mahasiswa suram.

Ketinggalan 3-0 sempat bikin saya stres berat sampai minum air putih bertermos-termos (saya memang boros sama air putih, makanya di kamar selalu sedia air putih bertermos-termos). Belum lagi ngeladenin SMS dari teman yang seorang Milanisti. Rasanya pengen banting HP aja tiap baca SMS dia yang datang 10 menit sekali itu. Saya nggak gubris sampai akhirnya LFC bisa menyusul dengan gol yang ke-2. Psywar.

Skor FT 3-3 itu antara percaya nggak percaya. Jadi bulan-bulanan dan diremehkan sejak sebelum final dimulai itu udah perasaan nggak enak banget. Mungkin memang sudah takdirnya kalau suporter LFC itu sabar dan tawakkal. Ahahahahaha. Tapi ini LFC. Bukan tim instan. Saya langsung berubah perspektif tentang nasib dan takdir hanya karena malam yang unbelievable ini.

Adu penalti. Demi rumput stadion dan jaring gawang, saya nggak pernah suka sama yang namanya adu penalti. Seandainya ada jantung cadangan, mungkin saya sudah ganti sampai 7 kali selama final. Mulut saya terus komat kamit ngucap segala macam bacaan dzikir sambil buka tutup mata dan mengelus dada tiap kali melihat Dudek menari-nari. In the end... LFC menang. Saya kegirangan, loncat secara spontan dari kasur dengan posisi kedua lutut mendarat di lantai semacam selebrasi gol. ADUH. SAKIT BANGET. Tapi saya nggak perduli. Saya bahagia sekali sampai hampir menangis. Eh, tunggu, sepertinya memang saya menangis waktu itu. Nggak ingat, tapi sudahlah, LFC menang. Juara Eropa. LIMA KALI. 

Hal berikutnya yang saya lakukan adalah membalas SMS teman saya si Milanisti itu.
"IN YOUR FACE, MILAN. IN YOUR FACE. IN YOUR FACE. IN YOUR FACE. HERE'S ONE MORE CAUSE WE WON IT FIVE TIMES, IN YOUR FACE MILAN..."
Puaaas banget rasanya hahahaha. Soalnya selama pertandingan berlangsung saya nggak nanggapin SMS dia yang serba melecehkan itu sih. Second strike itu selalu lebih berbahaya. :D

Paginya saya agak telat masuk kelas karena bangun kesiangan. Nggak apa deh, yang penting happy. Sedikit nggak happy karena kurang maksimal waktu jawab final test karena hampir tiap 5 menit menguap terus. Hehehe.

Saya masih menjadi Kopite yang independen dan suporter layar kaca. Kepikiran untuk ke Anfield itu selalu ada. Cuma saya nggak tahu cara termudahnya gimana. Beberapa tahun kemudian saya mulai denger-denger tuh yang namanya BIGREDS, cuma belum tertarik aja untuk gabung. Saya pikir pasti isinya laki-laki semua. Jadilah pikiran selewat tentang supporters club satu itu ya cuma selewat aja. 

Sampai saat saya kuliah lagi untuk yang ke-2 kalinya (ceritanya kan saya ini orangnya penasaran banget sama ilmu pengetahuan), saya mulai cari-cari tahu lagi soal BIGREDS. Iseng yang pertama, saya datang ke markas regional Jogja untuk nonton bareng. Oke, kesan pertama baik-baik saja. Saya juga menemukan beberapa perempuan duduk di sofa baris terdepan. Saya ingat waktu itu saya ngajak teman perempuan saya dan saat itulah dia mengetahui kalau sebenarnya saya ini supporter LFC setengah mati. Oh iya, ceritanya kan ada pemain asal Portugal baru datang kan ya waktu itu, saya lumayan naksir berat sama dia. Badboy yang lincah main bola itu some kind of WOWness. Yes you, Raul Meireles. I'm talking about you.

MC nonbar BIGREDS Jogja waktu itu nyuruh saya ke depan, semacam perkenalan, sejak kapan suka LFC, siapa pemain favoritnya. Saya jawab untuk saat ini ya Raul Meireles. Entah deh kenapa spontan jawab dia. Kata hati kali ya... (lagi-lagi curhat) jadilah malam itu Bang Raul (ciyeee panggilan sayang) mencetak gol dan 1 assist. Happy dong saya...

Nonbar yang kedua (masih belum kepikiran untuk gabung juga, ahahaha) saya ngajak pacar saya yang SAMA SEKALI NGGAK PAHAM DAN NGGAK SUKA SEPAKBOLA BESERTA KERIUHANNYA. Atas nama cinta, saya berhasil membuat dia berdiri dengan tenangnya disamping saya (iya berdiri, nggak kenal siapapun dan bukan member, berdiri aja deh) sambil pura-pura menyimak jalannya pertandingan. Punya pacar model begini ini antara bersyukur dan tidak. Bersyukur karena dia bukan fans dari klub bola manapun, tidak bersyukur karena belum tentu dia mau nemenin saya nonton bareng meskipun alasannya sarang laki-laki. Zzzzzzzzz.

Saya sih pelan-pelan membuka diri tentang apa yang jadi kesukaan saya ke pacar. Nggak ujug-ujug semua dibuka di depan. Mana seru? nggak ada unsur penasarannya sama sekali. Sampai akhirnya dia tahu bahwa saya ini setengah gila dan setengah mati cintanya sama LFC. Singkat kata, saya gabung BIGREDS dan sampai sekarang saya nyesel, KENAPA NGGAK DARI DULU AJA SAYA DAFTAR JADI MEMBER???

Oke skip tentang kegilaan para member BIGREDS. Daripada ribet nyebut merk nanti bisa disomasi saya hahaha... yang jelas BIGREDS Jogja itu GILA dan saya suka. Udah gitu aja. :))

Best moment so far selama saya jadi supporter LFC adalah Asia Tour 2011 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. I had some kind of mystical experience there. Almost cried when I heard YNWA in the stadium. Almost fainted when Raul Meireles noticed me. The moment that changed everything. Ha!

Saya seneeeng banget bisa jadi diri saya sendiri bareng keluarga merah saya yang baru ini. Ngechant dengan full power and volume di gerbong kereta menuju Bukit Jalil yang penuh sesak dengan fans dan supporter LFC, hanya kami berlima saja! Luar biasa rasanya bisa kesurupan seperti itu. Hahahahaha. Banyak diantara mereka yang merekam aksi gila kami pakai ponsel dan kamera, entah apakah ada yang mengunggahnya ke Youtube. Kalau ada, saya juga mau videonya. Hahahaha.

Saya mau ngomong apa lagi ya? Kalau diteruskan ngomong soal 'cinta' saya satu ini nggak akan selesai. Nggak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata juga (ngga mutu banget penjelasannya). Ngomongin cinta nggak perlu berpuitis romantis ala-ala Shakespeare, karena memang saya nggak bisa tuh yang begitu itu. Saya lebih suka aksi. For actions speak louder than words. :)

Ini cinta saya, bukan cinta orang lain. Saya nggak mau membuat cinta saya terihat rumit dengan tata bahasa yang penuh dengan kiasan dan istilah jurnalisme yang wahid. Cinta ini mungkin hanya bisa dimengerti oleh saya sendiri dan sebagian dari anda yang merasakan hal serupa terhadap LFC. Saya menikmati kesederhanaan cinta yang dalam ini. Saya adalah bagian dari sebuah klub sepakbola terhebat di dunia. Saya adalah LFC. Dan saya bangga untuk mengakuinya. YNWA.

and oh,
P.S.: dear whoever might be my husband in the future, I will never stop loving this club. Never.

I love you, Liverpool.