About Me

My photo
Happy-go-lucky concert goer yet hopeless romantic Taurean. I speak fluent Javanese, Indonesian, English, and Sarcasm. Forever in love with Liverpool FC, Children, L'Arc~en~Ciel, Cats, Chocolate, and Purple. Steven Gerrard is Legend. Iron Man is Superhero.

Thursday, 23 May 2013

Ice Breaker

Seharusnya aku sudah berada di Ruang Rapat Direktur. Pukul 8 tepat, begitu jadwal yang tertera. 

"Mati aku!" teriakku dalam hati.

Terbayang raut muka Bapak Direktur yang terkenal moody dan galak. Ah, sial.

Hampir setengah jam menunggu pegawai lain untuk menumpang masuk dengan menggunakan ID cardnya. Berhasil.

Langkahku berat dan terseret rasa kantuk. Menuju Ruang Rapat Direktur. Menuju kandang singa. Lord have mercy on me.

Dan benar saja. Bapak Direktur yang terkenal moody dan galak telah duduk di kursi pimpinan rapat, sedang merokok. Segera aku mencari Atasanku yang ternyata sudah berada dalam ruangan itu sejak tadi. 

"Nggak bisa masuk, Pak. Numpang ID card." bisikku kepada Atasan.

Ia kemudian memberi gestur untuk duduk di kursi belakang. Aku duduk, mempersiapkan komputer jinjingku. 

Mata ayamku menangkap Bapak Direktur memandangku dengan pandangan siapa-anak-perempuan-yang-baru-masuk-ini,

"Kenalan dulu sana! Harus kenalan dulu sama Bapak!" kata Atasanku dengan suara setengah berteriak.

"I'm dead." I thought.

"Iya dong sini kenalan dulu. Di sini semua harus kenal!" suara Bapak Direktur seolah menarikku untuk berjalan ke arahnya.

"Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa... apa bajuku sudah rapi? rambutku? terlihatkah rasa kantuk di wajahku?" pikiranku macam gado-gado.

Bapak Direktur memberikan tangan kanannya kepadaku. Tangan kirinya masih memegang batang rokok yang tinggal setengah. Air mukanya datar.

Aku menyambut jabat tangannya.

"Hajimemashite, atashi no namae wa Widya Rani Hapsari desu. Dozo yoroshiku onegaishimasu..." 

entah apa yang terlintas dalam otakku, kalimat perkenalan dalam Bahasa Jepang meluncur dengan lancarnya dari bibirku. Tak lupa aku membungkukkan badan, menundukkan kepala tanda hormat kepada orang yang dituakan.

"anata wa.......... *menyebut namanya* arigatou....." begitu jawab Bapak Direktur seraya memandangku dengan penuh rasa heran. Mungkin beliau pikir "apa-apaan ini?"

Tawa Bapak Direktur pecah. Seketika peserta rapat pun menyambut dengan gelak tawa.

Bapak Direktur masih mengulang terus kalimat jawaban yang beliau ucapkan tadi,

"anata... anata..."

Mungkin maksud Bapak Direktur adalah 'Watashi' :)

Aku langsung kembali ke tempat dudukku semula, masih dengan senyum yang mengembang. Aku berhasil melewatinya.

"Lho itu beneran nggak bisa ngomong (Indonesia)?" tanya Bapak Direktur dengan mimik bingung kepada Atasanku.

"Enggak, Pak. Saya orang Jawa." sahutku dengan keras sembari berpose 2 jari. Victory!

"Wah kena Saya pagi-pagi dikerjain! Hahahahahahahaha!" ujar Bapak Direktur.

LEGA.

Bapak Direktur tertawa sebelum rapat dimulai. Syukurlah.

Kini aku sedang duduk tepat di sebelah Bapak Direktur. Tadi, ketika Bapak Direktur meninggalkan Ruang Rapat sebentar, Atasan dan hampir semua peserta rapat menyuruhku untuk pindah ke kursi sebelah Bapak Direktur.

"Nanti ajak ngobrol ya. Biar cair lagi suasana." bisik Atasanku kepadaku.

Sampai sekarang aku masih mencari-cari bahan pembicaraan apa yang tepat untuk beliau.

...

No comments:

Post a Comment